Latest News

PEMBAHASAN KISI KISI USBN AGAMA KATOLIK SMA SMK 2017 KTSP




Informasi umum:
Jenjang: SMA dan SMK
Mata pelajaran: Agama Katolik
Kurikulum: 2006
Alokasi waktu: 120 menit
Jumlah soal: 40 (pilihan ganda), 5 (uraian)
Tahun pelajaran: 2016/2017


NEW! SOAL LATIHAN USBN AGAMA KATOLIK 2017


Pembahasan kisi kisi ujian sekolah berstandar nasional (USBN) mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik.

Pilihan Ganda

1. Menerapkan makna dari perumpamaan tentang talenta (Lih. Mat 25: 14-30) dalam kehidupan sehari hari

Dalam Matius 25:14-30, Yesus dalam perumpamaannya mengajarkan kita untuk selalu mengembangkan talenta yang kita miliki. Bukan dengan tidak peduli maupun memendam anugerah tersebut.

2. Memberikan solusi untuk menjauhkan diri dari sikap diskriminatif sesuai ajaran Gereja

Solusinya adalah dengan tidak membeda-bedakan semua orang yang kita jumpai. Kita harus bisa memanusiakan manusia. Manusia sebagai citra Allah semestinya dapat menghargai dan menghormati sesamanya siapapun dan dimanapun mereka

3. Menjelaskan arti suara hati menurut dokumen Gereja

Hati nurani adalah keputusan akal budi, di mana manusia mengerti apakah satu perbuatan konkret yang ia rencanakan, sedang laksanakan, atau sudah laksanakan, baik atau buruk secara moral. Dalam segala sesuatu yang ia katakan atau lakukan, manusia berkewajiban mengikuti dengan seksama apa yang ia tahu, bahwa itu benar dan tepat. Oleh keputusan hati nurani manusia mendengar dan mengenal penetapan hukum ilahi. (Katekismus Gereja Katolik 1778)

4.* Membedakan pengaruh negatif dan positif dari media masa bagi kaum muda (disajikan gambar dampak kemajuan media massa)

Murid diberikan contoh dari dampak media massa lalu dicari jawaban terbaik

5. Menjelaskan arti Injil Sinoptik

Kata sinoptik berasal dari kombinasi dari bahasa Yunani συν (syn = bersama) dan οψις (opsis = melihat) untuk menandakan bahwa isi dari ketiga Injil tersebut dapat dilihat berdampingan. Atau dengan kata lain, ketiga Injil tersebut mempunyai banyak kesamaan

6. Menjelaskan arti Kerajaan Allah menurut iman Katolik

1) Yesus sendiri, karena seperti diajarkan oleh Origen, Yesus adalah Kerajaan Allah yang menjelma menjadi manusia;
2) Kerajaan Allah ada di dalam hati manusia yang berdoa memohon kedatangan Kerajaan Allah itu;
3) Gereja yang merupakan perwujudan Kerajaan Allah di dalam sejarah manusia. (Joseph Ratzinger, Pope Benedict XVI, Jesus of Nazareth, (Double Day, New York, USA, 2007), p.49-50).

7. Menjelaskan paham Kerajaan Allah menurut para Nabi perjanjian lama

"Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang." (Yes 2:4) "Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya." (Yes 11:6)

8. Menyimpulkan Kerajaan Allah yang diwartakan oleh Yesus

Tugas Putera dan alasan pengutusan-Nya ialah melaksanakan rencana keselamatan Bapa dalam kepenuhan waktu (Bdk. LG 3; AG 3). “Sebab Tuhan Yesus mengawali Gereja-Nya dengan mewartakan kabar bahagia, yakni kedatangan Kerajaan Allah yang sudah berabad-abad lamanya dijanjikan dalam Alkitab” (LG 5). Untuk memenuhi kehendak Bapa, Kristus mendirikan Kerajaan surga di dunia. Gereja adalah “Kerajaan Kristus yang sudah hadir dalam misteri” (LG 3). (KGK 763)
Kerajaan Sorga yang disebutkan oleh Yesus juga menunjuk kepada diri-Nya, seperti yang dijelaskan oleh Yesus sendiri melalui perumpamaan penabur (lihat Mat 13:24 dan 13:37). Yesus ‘menabur benih’ di dunia, dan benih gandum itu akan dibiarkan tumbuh bersama lalang sampai masa menuai di akhir jaman (Mat 13:30). Di sini kita melihat bahwa Kerajaan Allah telah didirikan oleh Yesus, namun kesempurnaannya dicapai pada akhir jaman, saat gandum itu dipisahkan dari lalang; saat orang-orang yang baik dipisahkan dari yang jahat.
Kerajaan Sorga ini mengacu pada Kerajaan Allah yang diberitakan oleh Yesus melalui ajaran-ajaran-Nya yang disertai dengan tanda-tanda mukjizat-Nya. Perintah Yesus ini serupa dengan dikatakan-Nya sebelum Dia naik ke surga, “…pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu….” (Mat 28:20). Dengan demikian, Yesus menjadikan Pembaptisan sebagai pintu gerbang untuk memasuki Kerajaan Allah itu, dan Pembaptisan harus diikuti dengan melaksanakan segala perintah-Nya.

9*. Memberikan contoh buah buah Roh Kudus (Lih. Gal 5:16-26)

kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

10. Menyimpulkan alasan Gereja merumuskan syahadat

Syahadat merupakan pokok ajaran iman. Gereja merumuskan syahadat untuk menegaskan kembali kepercayaan Gereja dan memaknai misteri misteri keselamatan. Pada mulanya, syahadat dibuat untuk menangkal bidaah bidaah yang mengatasnamakan Gereja.

11. (Disajikan gambar Roh Kudus) Menyimpulkan gambar yang menjadi simbol turunnya Roh Kudus pada saat Pentakosta

Roh Kudus dalam Pentakosta berwujud lidah lidah api. Roh Kudus yang turun atas para rasul inilah yang membuat Petrus beranjak dari tempat duduknya dan mengajar  banyak orang dengan bahasa mereka masing masing (Kis 1)

12. Menyimpulkan arti Gereja umat Allah sesuai ajaran Gereja Katolik

Dari bangsa Yahudi maupun kaum kafir Ia memanggil suatu bangsa, yang akan bersatu padu bukan menurut daging, melainkan dalam Roh, dan akan menjadi umat Allah yang baru. Sebab mereka yang beriman akan Kristus, yang dilahirkan kembali bukan dari benih yang punah, melainkan dari yang tak dapat punah karena sabda Allah yang hidup (lih. 1Ptr 1:23), bukan dari daging, melainkan dari air dan Roh kudus (lih. Yoh 3:5-6), akhirnya dihimpun menjadi “keturunan terpilih, imamat rajawi, bangsa suci, umat pusaka – yang dulu bukan umat, tetapi sekarang umat Allah” (1Ptr 2:9-10)

Jadi Gereja sebagai umat Allah berarti Gereja adalah umat yang dihimpun oleh Allah sendiri

13*. Contoh misi utama Gereja Katolik dalam dunia

"maksud utama Gereja adalah untuk menjadi sakramen persatuan batiniah antara manusia dengan Allah." Dengan demikian "struktur Gereja secara keseluruhan di diarahkan kepada kesucian anggota-anggota tubuh Kristus." (Katekismus Gereja Katolik) serta untuk mewartakan Injil hingga ke seluruh dunia

14. Susunan Hierarki Gereja Katolik

Hierarki terdiri dari para kaum tertahbis yang dimulai dari diakon, imam, uskup, dan paus

15. Tugas dan tanggung jawab Imam (Presbyter)


para imam menjadi wakil uskup. "Di masing-masing jemaat setempat dalam arti tertentu mereka menghadirkan uskup. Para imam dipanggil melayani umat Allah sebagai pembantu arif bagi badan para uskup, sebagai penolong dan organ mereka" (LG 28). Tugas konkret mereka sama seperti uskup: "Mereka ditahbiskan untuk mewartakan Injil serta menggembalakan umat beriman, dan untuk merayakan ibadat ilahi"

16*. Contoh peran awam dalam tugas sebagai nabi

Istilah awam yang dimaksudkan ialah semua orang beriman kristiani kecuali mereka yang termasuk golongan imam atau status religius yang diakui dalam Gereja. Tugas kenabian kaum awam adalah untuk selalu memancarkan iman, harapan, dan cinta kasih, serta menampakan Kristus kepada sesama. Atau dengan kata lain adalah untuk menyinari dan mengatur semua hal-hal fana, yang erat melibatkan mereka, sehingga semuanya terlaksana dan berkembang menurut kehendak Kristus, demi kemuliaan Allah yang lebih besar.

17. Menyimpulkan warga Gereja yang tidak tertahbis

Seperti dijelaskan pada nomor 1, istilah awam yang dimaksudkan ialah semua orang beriman kristiani kecuali mereka yang termasuk golongan imam atau status religius yang diakui dalam Gereja.

18. Menyebutkan 5 tugas Gereja


Gereja memiliki tugas untuk menghidupkan peribadatan yang menguduskan (Liturgia), mengembangkan pewartaan Kabar Gembira (Kerygma), menghadirkan dan membangun persekutuan (Koinonia), memajukan karya cinta kasih/pelayanan (Diakonia) dan memberi kesaksian sebagai murid-murid Tuhan Yesus Kristus (Martyria).

19*. Contoh tanggung jawab seseorang yang sudah dikuduskan

“…Para pengikut Kristus dipanggil oleh Allah bukan berdasarkan perbuatan mereka, melainkan berdasarkan rencana dan rahmat-Nya. Mereka dibenarkan dalam tuhan Yesus, dan dalam babtis iman sungguh-sungguh dijadikan anak-anak Allah dan ikut serta dalam kodrat ilahi, maka sungguh menjadi suci. Maka dengan bantuan Allah mereka wajib mempertahankan dan mengembangkan dalam hidup mereka kesucian yang telah mereka terima. Oleh rasul mereka dinasehati, supaya hidup “sebagaimana layak bagi orang-orang kudus” (Ef 5:3); supaya “sebagai kaum pilihan Allah, sebagai orang-orang Kudus yang tercinta, mengenakan sikap belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemah-lembutan dan kesabaran” (Kol 3:12); dan supaya menghasilkan buah-buah Roh yang membawa kepada kesucian (lih. Gal 5:22; Rom 6:22). Akan tetapi karena dalam banyak hal kita semua bersalah (lih. Yak 3:2), kita terus-menerus membutuhkan belas kasihan Allah dan wajib berdoa setiap hari: “Dan ampunilah kesalahan kami” (Mat 6:12). Jadi bagi semua jelaslah, bahwa semua orang kristiani, bagaimanapun status atau corak hidup mereka, dipanggil untuk mencapai kepenuhan hidup kristiani dan kesempurnaan cinta kasih…” (LG, 40)

20. Makna Gereja yang menguduskan

Gereja menjadi sarana pengudusan Umat Allah dan merupakan jalan untuk mencapai Allah sendiri

21. Konsekuensi menjadi saksi Kristus


KGK 1816: Murid Kristus harus mempertahankan iman dan harus hidup darinya, harus mengakuinya, harus memberi kesaksian dengan berani dan melanjutkannya; Semua orang harus “siap-sedia mengakui Kristus di muka orang-orang, dan mengikuti-Nya menempuh jalan salib di tengah penganiayaan, yang selalu saja menimpa Gereja” (Lumen Gentium 42, Bdk. Dignitatis Humanae 14). Pengabdian dan kesaksian untuk iman sungguh perlu bagi keselamatan: “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barang siapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di surga” (Mat 10:32-33).

22. Hubungan Gereja dan dunia setelah konsili Vatikan II

Gereja Katolik membuka diri untuk berdialog dengan dunia (lihat dokumen Gaudium et Spes di sini)

23. Dokumen ajaran sosial Gereja yang dikeluarkan Paus Leo XIII

Paus Leo XIII mengeluarkan ensiklik Rerum Novarum pada 15 Mei 1891 tentang buruh

24*. Contoh usaha Gereja Katolik untuk mewujudkan perdamaian dunia dengan mengunjungi daerah konflik

Paus yang membuka dan menyerukan bangsa bangsa yang berselisih untuk berdialog agar mencapai kedamaian dunia

25. Menyebutkan tindakan membunuh merupakan pelanggaran perintah Tuhan ke 5

Jangan membunuh (Kel 20:13) merupakan perintah Tuhan ke 5

26. Menyebutkan nama hukuman yang dikeluarkan Gereja untuk orang yang menggugurkan kandungan

Hukuman yang dikeluarkan adalah ekskomunikasi yaitu penghapusan hak hak sakramennya dalam waktu yang ditentukan

27. Menimpulkan tujuan perkawinan menurut UU RI

Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa. (Pasal 1 UU no 1 tahun 1974)

28. Menyebutkan dasar utama perkawinan Katolik menurut KHK 1055

Perjanjian (foedus) perkawinan, dengannya seorang laki-laki dan seorang perempuan membentuk antara mereka persekutuan (consortium) seluruh hidup, yang menurut ciri kodratinya terarah pada kesejahteraan suami-istri (bonum coniugum) serta kelahiran dan pendidikan anak, antara orang-orang yang dibaptis, oleh Kristus Tuhan diangkat ke martabat sakramen. Karena itu antara orang-orang yang dibaptis, tidak dapat ada kontrak perkawinan sah yang tidak dengan sendirinya sakramen. (KHK 1055)

29. Tujuan perkawinan menurut Gereja Katolik

"...ciri kodratinya terarah pada kesejahteraan suami-istri (bonum coniugum) serta kelahiran dan pendidikan anak..." (KHK 1055)

30. Menganalisis sifat perkawinan yang monogam


Perkawinan ratum dan consummatum tidak dapat diputus oleh kuasa manusiawi manapun dan atas alasan apapun, selain oleh kematian (Kan. 1141). Ratum dan consummatum berarti sama sama orang yang dibaptis.

31. Menganalisis makna perkawinan adalah sakramen

Sakramen perkawinan adalah janji perkawinan yang saling diberikan dan dijalankan oleh dua orang yang dibaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Mereka berjanji setia satu sama lain sampai mati memisahkan mereka, dan mereka berjanji saling menghormati dan mencintai, dengan modelnya atau contohnya adalah Tuhan Yesus Kristus yang mencintai secara total umat manusia (modelnya bukan artis atau manusia yang mencintai Tuhan, tapi Tuhan yang mencintai umat manusia seluruhnya). Sedangkan pemberkatan perkawinan adalah janji perkawinan yang saling diberikan dan dijanakan oleh seorang dibaptis dan tidak dibaptis di hadapan dua saksi awam dan seorang imam. Inti isi janjinya sama: setia sampai mati memisahkan, saling mencintai dan menghormati, hanya modelnya yang berbeda karena yang katolik akan memakai model Yesus yang mencintai, sedang yang Islam memakai muhamad atau orang tuanya sebagai model, atau yang budhis memakai Budha atau orang tuanya sebagai model. Pernikahan beda agama demikian oleh karenanya tidak menjadi sakramen karena pihak yang tidak katolik tidak atau belum mengimani diri sendiri sebagai tanda dan sarana keselamatan Allah bagi pasangannya, bahkan dia tidak/belum percaya pada sakramen itu. Kalau pihak non katolik kemudian hari menjadi katolik dan percaya bahwa dirinya adalah sakramen, maka perkawinan mereka otomatis menjadi sakramen, tidak perlu ada pembaruan pernikahan beda agama yang telah mereka lakukan di gereja.

32. Pengertian selibat

Selibat adalah sebuah pilihan hidup yang bersumber dari suatu pandangan atau pemikiran tertentu yang memutuskan sang pribadi untuk memilih hidup tanpa menikah.

33. 3 kaul biarawan dan biarawati

Kaul kemiskinan adalah pelepasan sukarela hak atas milik atau penggunaan milik tersebut dengan maksud untuk menyenangkan Allah. Semua harta milik dan barang-barang menjadi milik Kongregasi, atau tarekat. Kaul kemurnian mewajibkan manusia lepas perkawinan dan menghindari segala sesuatu yang dilarang oleh perintah keenam dan kesembilan. Setiap kesalahan melawan keutamaan kemurnian juga merupakan pelanggaran terhadap kaul kemurnian sebab di sini tidak ada perbedaan antara kaul kemurnian dan keutamaan kemurnian, tidak seperti dalam kaul kemiskinan dan kaul ketaatan. Kaul Ketaatan lebih tinggi daripada dua kaul yang pertama. Sebab, kaul ketaatan adalah suatu kurban, dan ia lebih penting karena ia membangun dan menjiwai tubuh religius. Dengan kaul ketaatan biarawan/wati berjanji pada Allah untuk taat kepada para pimpinan yang sah dalam segala sesuatu yang mereka perintahkan demi peraturan. Kaul ketaatan membuat biarawan/wati bergantung kepada pimpinan atas dasar peraturan-peraturan sepanjang hayatnya dan dalam segala urusannya

34*. Makna kerja secara sosial

Kerja secara sosial yang dimaksudkan adalah bekerja untuk kesejahteraan diri sendiri dan masyarakat di sekitarnya

35*. Alasan mengapa perlu berdoa sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan

Alasan utama adalah agar Tuhan merestui dan melancarkan usaha yang telah kita lakukan dan tentu dengan rencana Tuhan serta untuk kemuliaan-Nya yang lebih besar.

36. Menerapkan nilai nilai iman Katolik yang ingin dicapai melalui aktivitas kerja

Kerja untuk mencari nafkah, memajukan teknik, mengembangkan diri, dan demi kemuliaan Tuhan

37. 2 macam profesi selibat

Mereka yang berselibat adalah orang-orang yang membaktikan dirinya secara penuh kepada Tuhan yaitu dengan menjadi biarawan maupun biarawati dan para klerus.

38. Contoh gerakan ekumene

Dalam kegiatan Ekumenis hendaknya umat katolik tanpa ragu-raga menunjukkan perhatian sepenuhnya terhadap saudara-saudari yang terpisah, dengan mendoakan mereka, dengan bertukar pandangan tentang hal-ihwal Gereja dengan mereka, dengan mengambil langkah-langkah pendekatan pertama terhadap mereka. Akan tetapi umat katolik sendiri pertama-tama wajib mempertimbangkan dengan jujur dan penuh perhatian segala sesuatu, yang dalam keluarga Katolik sendiri perlu diperbaharui dan dilaksanakan, supaya perihidupnya memberi kesaksian yang lebih setia dan lebih jelas tentang ajaran dan segala sesuatu yang ditetapkan oleh Kristus serta diwariskan melalui para Rasul. (Unititas Redintegratio) Salah satu contoh gerakan ekumene adalah doa bersama dan dialog

39. 2 sakramen yang diakui Gereja Katolik dan Protestan

Sakramen baptis (semua mengakui) dan ekaristi (tidak semua protestan mengakui ekaristi sebagai sakramen)

40*. Contoh dialog antara Gereja Katolik dan umat Islam yang bisa dikembangkan dalam kehidupan

Paus Paulus VI dalam ensikliknya, Ecclesiam Suam membahas bagaimana tingkatan dialog di dalam berbagai situasi, yang digambarkan dengan beberapa lingkaran yang terpusat. Lingkaran paling luar adalah dialog dengan saudara/i yang tidak mengakui Allah yang satu; lingkaran kedua adalah dialog dengan yang mengakui satu Allah – termasuk agama Yahudi dan Islam; lingkaran lebih dalam adalah yang mengakui Yesus Tuhan, namun belum percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik (dalam hal ini adalah Kristen non-Katolik); akhirnya lingkaran yang terdalam adalah berdiskusi dengan sesama umat Katolik. Tidak semua orang dalam kehidupan ini dapat mencapai lingkaran yang terdalam. Dan menjadi tugas kita untuk turut berpartisipasi sehingga semua orang dapat mencapai kepenuhan kebenaran. Menjadi tanggung jawab kita semua untuk dapat menjelaskan dan mempertanggungjawabkan iman kita dengan hormat dan lemah lembut.

NEW! SOAL LATIHAN USBN AGAMA KATOLIK 2017

 

Uraian

41. Menginterpretasikan upaya membina suara hati sesuai Gaudium et Spes Art 16

Di lubuk hatinya manusia menemukan hukum, yang tidak di terimanya dari dirinya sendiri, melainkan harus ditaatinya. Suara hati itu selalu menyerukan kepadanya untuk mencintai dan melaksanakan apa yang baik, dan untuk menghindari apa yang jahat. Bilamana perlu, suara itu menggema dalam lubuk hatinya: jalankanlah ini, elakkanlah itu. Sebab dalam hatinya manusia menemukan hukum yang ditulis oleh Allah. Martabatnya ialah mematuhi hukum itu, dan menurut hukum itu pula ia akan diadili. Hati nurani ialah inti manusia yang paling rahasia, sanggar sucinya; di situ ia seorang diri bersama Allah, yang sapaan-Nya menggema dalam batinnya. Berkat hati nurani dikenallah secara ajaib hukum, yang dilaksanakan dalam cinta kasih terhadap Allah dan terhadap sesama. Atas kesetiaan terhadap hati nurani Umat kristiani bergabung dengan sesama lainnya untuk mencari kebenaran, dan untuk dalam kebenaran itu memecahkan sekian banyak persoalan moral, yang timbul baik dalam hidup perorangan maupun dalam hidup kemasyarakatan. Oleh karena itu semakin besar pengaruh hati nurani yang cermat, semakin jauh pula pribadi-pribadi maupun kelompok-kelompok menghindar dari kemauan yang membabi-buta, dan semakin mereka berusaha untuk mematuhi norma-norma kesusilaan yang objektif. Akan tetapi tidak jaranglah terjadi bahwa hati nurani tersesat karena ketidaktahuan yang tak teratasi, tanpa kehilangan martabatnya. Tetapi itu tidak dapat dikatakan tentang orang, yang tidak peduli untuk mencari apa yang benar serta baik, dan karena kebiasaan berdosa hati nuraninya lambat laun hampir menjadi buta.

42. Contoh tindakan menghargai kehidupan dalam sebuah gambar penyelamatan

Contoh nyata menghargai kehidupan di masyarakat

43. Contoh tujuan hidup manusia dalam bekerja sesuai iman Katolik

Kerja untuk mencari nafkah, memajukan teknik, mengembangkan diri, dan demi kemuliaan Tuhan (sama seperti PG no 36)

44. Contoh usaha Gereja Katolik berdialog dengan Protestan

Usaha yang dilakukan Gereja Katolik adalah menginisiasi untuk terjadinya kesatuan Gereja. Dalam forum-forum dan pertemuan, selalu diadakan dialog dengan umat protestan. Contohnya adalah Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke acara 500 tahun berdirinya gereja reformasi

45. Menganalisis dokumen Gereja yang berisi tentang menghargai kekhasan agama lain

« PREV
NEXT »