Latest News

Materi Agama Katolik Kelas X: Manusia Makhluk Otonom

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. 
4.5 Berperilaku patuh terhadap suara hati dan dapat bertindak secara benar dan tepat. 
4.6 Bersikap kritis dan bertanggung-jawab terhadap pengaruh media, ideologi dan gaya hidup yang berkembang.

Manusia sebagai makhluk otonom berarti manusia yang memiliki kehendak bebas. Manusia dapat melakukan apa yang dia inginkan secara mandiri.

1. Suara Hati

"Hati nurani adalah keputusan akal budi, di mana manusia mengerti apakah satu perbuatan konkret yang ia rencanakan, sedang laksanakan, atau sudah laksanakan, baik atau buruk secara moral. Dalam segala sesuatu yang ia katakan atau lakukan, manusia berkewajiban mengikuti dengan seksama apa yang ia tahu, bahwa itu benar dan tepat. Oleh keputusan hati nurani manusia mendengar dan mengenal penetapan hukum ilahi." KGK 1778
“Di lubuk hati nuraninya manusia menemukan hukum, yang tidak diterimanya dari dirinya sendiri, tetapi harus ditaatinya. Suara hati itu selalu menyerukan kepadanya untuk mencintai dan melaksanakan apa yang baik, dan untuk menghindari apa yang jahat. Bilamana perlu, suara itu menggemakan dalam lubuk hatinya: jauhkanlah ini, elakkanlah itu. Sebab dalam hatinya manusia menemukan hukum yang ditulis oleh Allah. Martabatnya ialah mematuhi hukum itu,… Hati nurani ialah inti manusia yang paling rahasia, sanggar sucinya; di situ ia seorang diri bersama Allah, yang sapaan-Nya menggema dalam batinnya” (Gaudium et Spes 16)
"Di dalam lubuk hati seseorang bekerjalah hati nurani (Bdk. Rm 2:14-16). Pada waktu tertentu ia memberi perintah untuk melakukan yang baik dan mengelakkan yang jahat. Ia juga menilai keputusan konkret, di mana ia menyetujui yang baik dan menolak yang jahat (Bdk. Rm 1:32). Ia memberi kesaksian tentang kebenaran dalam hubungan dengan kebaikan tertinggi, yaitu Allah, oleh siapa manusia ditarik, dan hukum-hukum Siapa manusia terima. Kalau ia mendengar hati nuraninya, manusia yang bijaksana dapat mendengar suara Allah, yang berbicara di dalamnya." KGK 1777
Dari dokumen-dokumen Gereja diatas, dapat disimpulkan bahwa hati nurani merupakan keputusan akal budi untuk melakukan yang baik dan mengelakkan yang jahat. Untuk dapat mendengar suara Allah, manusia mesti menggunakan hati nuraninya karena di dalam hati nurani, Allah tinggal bersama kita dan sapaan Allah menggema dalam batin kita.

2. Bersikap Kritis Terhadap Media Massa

Media massa adalah suatu istilah yang mulai digunakan pada tahun untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Di zaman modern ini, media berkembang dengan amat pesat terutama pada dunia maya. Banyak hal yang dapat kita dapatkan dari media media tersebut. 
Namun, dengan pesatnya media tersebut, banyak media yang menyebarkan berita bohong atau kita sering dengar tentang hoax. Disinilah perlu kedewasaan kita. Kita mesti melihat sumber beritanya. Pastikan untuk memilih berita dari sumber-sumber terpercaya dan kita harus melihat keobyektifan dari media tersebut.


3. Bersikap Kritis Terhadap Ideologi dan Perkembangan Gaya Hidup

Ideologi merupakan sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu, secara umum dan beberapa arah filosofis, atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Sedangkan gaya hidup adalah bagian dari kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah bergantung zaman atau keinginan seseorang untuk mengubah gaya hidupnya.
Dari bermacam macam ideologi dan perkembangan gaya hidup ini, kita harus memilih dan memilah mana yang baik dan buruk menurut kita. Ikuti kata hati nurani dengan memilih ideologi maupun gaya hidup yang demi kepentingan bersama dan mengarah kepada Sang Pemilik hidup.
« PREV
NEXT »